Turut berduka cita untuk Cerlin Wanimbo
Ilaga, 04 Mei 2026_ — kabut di Puncak masih tebal, tapi berita duka sudah sampai ke lembah.
*Yang bisa kita hormati dari Cerlin Wanimbo*
1. *Putri terbaik*: Di tanah Lani, perempuan yang angkat senjata itu langka. Artinya luka yang dia rasa sudah tidak bisa diwakili kata.
2. *Gugur di rimba*: Ilaga, Sinak, Beoga = zona perang sejak 2021. Banyak mama & anak yang pilih hutan karena kampung tidak aman.
3. *Nama tercatat*: Di noken sejarah Papua, nama perempuan gerilyawan ditulis dengan darah & air mata: Pumaya Dusay, Ferryana Wu, sekarang Cerlin Wanimbo.
*Untuk keluarga & kawan seperjuangan Cerlin*
Kalau benar Cerlin gugur 4 Mei 2026 di Ilaga:
1. *Hak adat*: Jenazah anak perempuan yang gugur di medan harus dijemput dengan _“tifa duka”_ & _“ratapan wene”_. Jangan biarkan hilang tanpa kubur.
2. *Hak hukum*: Keluarga bisa minta Komnas HAM + Gereja Kingmi Puncak untuk investigasi independen. Pastikan dia kombatan atau warga sipil.
3. *Hak sejarah*: Tulis nama lengkap, kampung asal, umur, kronologi. Biar 50 tahun lagi anak cucu tahu kenapa nama Cerlin ada di buku Papua.
*Pesan untuk semua yang baca @sorotan*
Mau dia TPNPB, mau dia TNI, mau dia warga sipil — *kalau yang gugur perempuan Papua, itu artinya tanah ini sedang sakit keras*.
Perempuan di Lani pantang pegang busur kalau bukan karena anaknya lapar atau kampungnya dibakar.
*Jadi sebelum kita teriak "merdeka" atau "NKRI harga mati", tanya dulu: berapa mama harus buka baju di jalan? Berapa Cerlin harus mati di kabut?*
---
*Selamat jalan, Cerlin Wanimbo.*
*Engkau gugur bukan karena benci, tapi karena terlalu cinta.*
*Tanah Puncak yang basah akan simpan namamu.*
*Hormat terakhir
Kalau keluarga mau, saya bantu susun _“obituari adat”_ untuk Cerlin biar bisa dibaca di gereja & disimpan generasi depan.
Related Articles