Dosen UNAMIN Kunjungi KKN Mahasiswa Tekankan Sinergi dengan Masyarakat Kunci Utama
AIMAS // Dosen Pendampingan Lapangan (DPL) Saleh Rumokas kembali kunjungi 12 peserta kuliah kerja nyata (KKN) Tematik Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) di kelurahan Mariat Gunung distrik Aimas kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu (2/5/2026).
Kunjungan tersebut para mahasiswa menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi mulai dari fasilitas penunjang dalam kegiatan (KKN), adaptasi lingkungan masyarakat, kesulitan mengimplementasi program kerja, faktor komunikasi dan partisipasi masyarakat juga menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan program K2N di wilayah tersebut.
Kunjungan ini bukan sekedar monitoring tetapi wadah evaluasi terhadap berbagai kendala yang dihadapi mahasiswa selama berada di lokasi K2N.
Merespon hal tersebut Saleh Rumokas memberikan arahan motivasi serta solusi konstruktif kepada seluruh mahasiswa. pentingnya membangun komunikasi yang baik dengan aparat kelurahan dan masyarakat, serta mengedepankan pendekatan persuasif dan partisipatif dalam setiap kegiatan.
Ia mengingatkan agar mahasiswa lebih kreatif dan fleksibel dalam merealisasikan program kerja dengan kondisi nyata di lapangan.
Ketua kelompok K2N Kelurahan Mariat Gunung, Lince Doli Sawaki, menyampaikan aspirasi keluhan yang dihadapi oleh anggota kelompok selama pelaksanaan kegiatan di lokasi.
Penyampaian tersebut dinilai sebagai pertanggungjawaban sebagai perwakilan dari 12 peserta mahasiswa sedang menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat. Salah satu keluhan utama ketersediaan air bersih
"kondisi ini menghambat aktivitas sehari-hari mahasiswa, baik dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti mandi, mencuci, dan memasak, maupun dalam mendukung pelaksanaan program kerja di lapangan," katanya kepada wartawan secara tertulis.
Menurut mahasiswa persoalan yang dirasakan seperti keterbatasan fasilitas berupa tempat tinggal, serta tantangan dalam menjalin komunikasi yang efektif dengan masyarakat,
Meski demikian, penuh semangat seluruh anggota kelompok berkomitmen untuk menjalankan program kerja maksimal di tengah berbagai keterbatasan yang ada.
"Sejak tanggal 29 hingga hari Sabtu, kelompok K2N belum menjalankan aktivitas program kerja secara maksimal. Hal ini disebabkan adanya kegiatan ritual adat yang sedang dilaksanakan oleh masyarakat adat Moi di wilayah tersebut," ungkap dia
Pada kesempatan itu mahasiswa juga menyingung, Ritual merupakan bagian penting dari budaya suku Moi, termasuk dalam konteks sekolah adat, yang harus dihormati dan tidak boleh diganggu oleh aktivitas yang menimbulkan keributan.
Sehingga mahasiswa memilih untuk menahan diri dan menyesuaikan aktivitas mereka sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai adat yang berlaku.
Mahasiswa berharap perhatian dan solusi Dosen Pendamping Lapangan agar kendala yang dihadapi dapat segera diatasi.
Ke depan mahasiswa dapat lebih didukung, baik dari segi fasilitas maupun koordinasi, sehingga pelaksanaan K2N dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak positif bagi masyarakat
Sinergi antara mahasiswa, dosen pendamping, dan masyarakat adat setempat agar pelaksanaan K2N di Kelurahan Mariat Gunung dapat berjalan dengan lancar tanpa mengabaikan nilai-nilai budaya yang dijunjung tinggi oleh masyarakat.
Related Articles