Festival Sastra Sorong 2026 Bekali Ilmu Rumus Hidupkan Cerpen ke Panggung Dramatik

Pendidikan/Sekolah 27 Apr 2026 07:13 3 min read 44 views By Eskop Wisabla

Share berita ini

Festival Sastra Sorong 2026 Bekali Ilmu Rumus Hidupkan Cerpen ke Panggung Dramatik
Setiap karya apapun tulisannya tidak pernah berhenti tetapi selalu memberikan  inspirasi sesama yang lain.

SORONG //:Kelas publik Tematik Festival sastra Sorong 2026 menghadirkan Dona Sabatina dari Sanggar Seni Gauri.

 

Pada sesi  diskusi ia menegaskan bahwa  menulis adalah sebuah keahlian.

 

Maka kunci untuk ahli penulis harus terus menulis.

 

Setiap karya apapun tulisannya tidak pernah berhenti tetapi selalu memberikan  inspirasi sesama yang lain.

 

Sesi kelas "mengubah cerpen menjadi bentuk monolog/naskah drama" Kegiatan ini digelar oleh rumah kata Sorong bertempat di perpustakaan kota Sorong Papua Barat Daya, Minggu 26 April 2026.

 

Kelas publik Tematik Melibatkan banyak 18 peserta diskusi publik dari berbagai kalangan.

 

Pemaparan materi ini melalui konsep rumusan guna peserta mendapatkan menajamkan konsep dan meningkatkan imajinasi.

 

"Awalnya mungkin akan terasa sangat menyiksa Karena kita terbiasa menulis bebas, tanpa rumus. tapi setelah ada rumusnya disitu kita akan mengerti struktur dan alur cerita tulisannya," ujarnya.

 

Ia juga mengatakan, karya cerpen yang sangat dikenal oleh masyarakat menjadi pujaan.

 

ketika itu dipentaskan, diadaptasi ke teater, pasti pembaca penasaran untuk menyaksikannya di atas panggung.

 

Ali Wahana, mereka pasti ingin mendapatkan pengalaman penonton, Bukan pengalaman membaca melainkan pengalaman menonton.

 

"Seberapa penting karena menurut aku karya itu gak pernah berhenti sendiri loh, karya itu akan selalu terkait dan akan saling menginspirasi satu sama lain. Misalnya ada orang yang menulis novel Harry Potter, pada akhirnya itu menjadi inspirasi orang untuk diadaptasi menjadi film. Nanti dari film itu ada yang terinspirasi untuk membuatnya menjadi drama musikal," kata Dona.

 

Tulisan  bisa tumbuh menjadi apapun

Karya itu sangat luas, dia gak berhenti, contoh cerpen tidak hanya menjadi cerpen tetapi  lintas alih wahana, ia  bisa menjadi  teater, film, seni rupa.

 

"Karya yang mungkin dulu ratusan tahun yang lalu contohnya saja Romeo dan Juliet Shakespeare Itu bagaimana tapi itu selalu menginspirasi, Banyak film dan karya.

Sampai sehari ini, konsep cerita utama.

Pemateri menegaskan bahwa menulis itu aktivitas seni dalam hidup. Kalau pemula penulis terasa sangat menyiksa. Tapi kalau terbiasa asyik kunci memahami alur cerita dan tokoh utama.

 

Sesi kelas tersebut, peserta pelatihan dengan rumus agar mampu menajamkan Intuisi. Menulis dengan terstruktur,

 

"Nanti kalau  sudah ahli, sudah terbiasa menggunakan rumus  kita sudah otomatis tidak pikir hambatannya apa Pasti kita akan terbiasa Mengalir, menulis sesuai dengan struktur. harus membiasakan untuk menulis.

 

Sebuah cerpen lahir dari kata-kata yang bekerja di dalam kepala pembaca. Ia membangun dunia melalui narasi, melalui kalimat-kalimat yang bisa menjelaskan perasaan, melompat waktu, bahkan menyelami pikiran tokohnya secara bebas.

 

Kita membaca cerpen dalam diam, tetapi di dalam diam itu, imajinasi kita bergerak.

 

Namun ketika cerita yang sama dibawa ke panggung, sesuatu yang mendasar berubah.

 

Di panggung, tidak ada lagi narator yang menjelaskan. Tidak ada paragraf yang bisa langsung mengatakan “ia sedih” atau “ia merasa hancur.” Semua harus hadir dalam bentuk yang bisa dilihat dan didengar.

 

Perasaan harus menjadi tindakan. Pikiran harus menjelma menjadi ucapan, gestur, atau bahkan keheningan. Di sinilah teks naratif ditantang untuk berubah menjadi teks dramatik: teks yang hidup, bergerak, dan hadir di depan mata.

 

Festival Sastra Sorong 2026 terselenggara dengan dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan melalui Program Pemanfaatan Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan.

TAMENG RAKYAT
Chat with us on WhatsApp