Publik Sebut Maybrat Darurat Militer Ada Seruan Tarik Pasukan

Politik 26 Apr 2026 15:43 2 min read 37 views By Amandus Doo

Share berita ini

Publik Sebut Maybrat Darurat Militer Ada Seruan Tarik Pasukan
Maybrat Darurat Militer Tarik Militer Dari Maybrat Papua Darurat HAM Papua Darurat Militer Hentikan Pelanggaran HAM Save Tanah Papua

PAPUA // Kronologis singkat. Sejak Selasa 21 April 2026, masyarakat di beberapa kampung di Distrik Aitinyo, kampung Bovet, Tehak, Afkrem, Faitohiya dll. didatangi puluhan aparat.

 

TNI lalu menduduki kampung dan mengintervensi masyarakat baik yang mereka dapati di kebun maupun yang hendak berkebun dengan pertanyaan-pertanyaan seperti tunjukan KTP dan menanyakan orang-orang yang tidak masyarakat kenali sama sekali yang bukan bagian dari kampung tersebut.

 

Ini tindakan yang aneh dan tidak masuk akal.

 

Walaupun ada dan tidak ada KTP tetapi masyarakat sudah otomatis warga disitu.

 

Dan operasi militer ini membuat masyarakat jadi takut keluar rumah, apalagi aktivitas berkebun. 

 

Sampai hari ini kondisi di Distrik Aitinyo masih mencekam dan menjadi pertanyaan masyarakat di sana tentang operasi militer dan juga membuat masyarakat menjadi takut.

 

Sebab telah kita ketahui bahwa militer non organik yang didatangkan dari luar Papua, mereka pada umumnya melihat orang Papua itu sebagai teroris, separatis, kelompok kriminal dan stigma buruk lainnya sehingga kebencian yang tidak berdasar dan ketidaktahuan mereka akan budaya orang Papua.

 

Itulah yang sering menjadi acuan mereka melakukan kekerasan fisik kepada rakyat Papua. 

 

Penyisiran-penyisiran aparat seperti ini berpotensi akan dilakukan di semua Distrik di Kabupaten Maybrat dan juga berpotensi terjadi kekerasan militer, pembunuhan diluar hukum terhadap rakyat sipil.

 

TNI melalui serangkaian operasi militer yang telah kita ketahui di tanah Papua mulai dari Sorong sampai Merauke.

 

Oleh sebab itu kami berharap kepada bapak Karel Murafer selaku bupati Maybrat segera menarik militer dari Kabupaten Maybrat untuk mencegah pelanggaran HAM terus meningkat di seantero tanah Papua.

 

Mohon pantauan dan advokasi semua pihak.

TAMENG RAKYAT
Chat with us on WhatsApp