Tega, Bahkan Lontong Sayur Pun Disita Satpol PP Kota Surabaya

Kriminal 26 Apr 2026 07:36 2 min read 12 views By Spam

Share berita ini

Tega, Bahkan Lontong Sayur Pun Disita Satpol PP Kota Surabaya
Penertiban yang dilakukan petugas Satpol PP dianggap keterlaluan karena turut menyita dagangan makanan

SURABAYA // Publik kembali mengeluhkan pengayoman Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya, karena dianggap arogan dan tidak manusia saat bertugas pada Jumat (24/4) pagi. 

 

Beredar video mantan anggota DPRD Surabaya, Anugrah Ariyadi, mendampingi para pedagang yang mengeluh atas tindakan represif oknum petugas di lapangan.

 

Pedagang di Pasar Karang Menjangan (Karmen), Surabaya mengeluhkan Satpol PP saat razia beredar viral di media sosial. 

 

Pasalnya, penertiban yang dilakukan petugas Satpol PP dianggap keterlaluan karena turut menyita dagangan makanan.

 

"Sampean diobrak Satpol PP kota? Nggih? Opo barange seng dijupuk? (Kamu ditertibkan Satpol PP kota? Iya? Apa barangnya yang diambil?)," tanya Anugrah kepada salah satu pedagang perempuan bermasker, melansir detik Sabtu (25/4/2026).

 

Pedagang tersebut mengaku keranjang dan tatakan (lapak) dagangannya diangkut petugas. 

 

Jawaban lebih mengejutkan datang dari pedagang lain. Saat ditanya hal yang sama, mereka mengaku makanan yang hendak dijual pun turut ludes disita.

 

"Sayur, lontong, kaleh kikil (Sayur, lontong, sama kikil)," ujar salah satu pedagang berkerudung tersebut dengan nada lemas.

 

Mirisnya, para pedagang mengaku tidak dibekali surat penyitaan resmi. Petugas disebut langsung mengangkut barang dan dagangan mereka begitu saja dari lokasi.

 

Sontak, hal ini memicu amarah Anugrah Ariyadi. Dengan nada tinggi, ia menyemprot para petugas Satpol PP yang masih berada di lokasi dan menyebut tindakan mereka tak ubahnya seperti aksi kriminal.

 

"Satpol PP kota, maling! Sopo seng ngajari kon dadi maling? Kon iku dibayari wong Suroboyo, lapo dadi maling? (Satpol PP kota, maling! Siapa yang mengajari kamu jadi maling? Kamu itu digaji orang Surabaya, kenapa jadi maling?)" teriak Anugrah lantang.

 

Anugrah menilai tindakan tersebut bukan lagi sekadar penertiban, melainkan perampasan hak rakyat kecil yang sedang mencari nafkah. 

 

"Hari Jumat, Satpol PP pusat mengambil paksa barang dagangan pedagang. Perampasan ini, jupuk sakarepe dewe (ambil seenaknya sendiri)," tegasnya di depan dua petugas Satpol PP.

 

Kepala Satpol PP Surabaya, Achmad Zaini, belum memberikan pernyataan resmi terkait kasus tersebut.

TAMENG RAKYAT
Chat with us on WhatsApp