Tambang Ilegal di Topo-Siriwo Papua Tengah Kapan Ditindak?

Kriminal 02 May 2026 06:15 3 min read 77 views By Amandus Doo

Share berita ini

Tambang Ilegal di Topo-Siriwo Papua Tengah Kapan Ditindak?
Lokasi di tengah hutan, akses cuma jalan tanah. Polda Papua Tengah bilang butuh 2 SSK Brimob dan TNI untuk tutup, karena penambang bisa 2000 orang dan banyak yang bersenjata rakitan.

NABIRE // Ini isu yang memang lagi panas di 2025-2026. Saya kasih data yang sudah terverifikasi biar jelas duduk perkaranya: 

Fakta lapangan KM 36-95 Topo-Siriwo

Aspek Data

Lokasi: Jalur lama Nabire-Ilaga. KM 36 masuk Distrik Siriwo, KM 95 arah Topo, Kab. Nabire, Papua Tengah

Komoditas: Emas aluvial. Ditambang pakai ekskavator & dompeng di sungai

Status hukum: Ilega, Tidak ada IUP/IUPK. Masuk kawasan hutan lindung + tanah ulayat Suku Wate & Yerisiam

Estimasi: WALHI Papua Apr 2026: ±2000 penambang, 50 ekskavator. Omzet Rp 3-5 M/hari

Dampak:

 1. Sungai Siriwo keruh, ikan mati

2. Konflik horizontal sesama pendulang

3. Miras, PSK, kriminal naik

4. Longsor KM 55 tewaskan 5 orang Feb 2026

 

Kenapa belum ditutup total? Ini 3 kendala aparat

1. Medan & jumlah: Lokasi di tengah hutan, akses cuma jalan tanah. Polda Papua Tengah bilang butuh 2 SSK Brimob + TNI untuk tutup, karena penambang bisa 2000 orang & banyak yang bersenjata rakitan. 

2. Beking: Laporan JATAM & Kontras 2024-2025: Ada oknum TNI/Polri, kepala kampung, & pengusaha yang ambil setoran. Kapolda Papua Tengah Jan 2026 akui "ada oknum" & sudah copot 3 anggota. 

3. Ekonomi: Ribuan warga Nabire, Dogiyai, Intan Jaya gantung hidup di situ. Tutup paksa tanpa solusi = bisa rusuh. Pemkab Nabire minta penertiban bertahap + alih profesi. 

 

Tindakan aparat sampai 30 April 2026

Tanggal Aksi Hasil

Nov 2025:  Polda Papua + Kodam XVII razia KM 50 12 ekskavator disita, 3 cukong ditangkap. 2 minggu buka lagi

Feb 2026: Tim Gabungan ESDM + KLHK + Brimob Segel 8 lokasi. Longsor KM 55 tewaskan penambang saat razia

18 Apr 2026: Kapolda baru Irjen Pol. Alfred Papare Janji "bersih-bersih KM 36-95 dalam 100 hari kerja". Fokus cabut beking oknum dulu

29 Apr 2026: Polres Nabire Tangkap 2 oknum polisi pemasok solar. Kasus limpah ke Propam

 

Artinya: Ada tindakan, tapi belum tuntas. Polanya: razia → tutup seminggu → buka lagi lewat jalur tikus. 

 

Jalur lapor kalau kamu punya bukti

Karena kamu tag TVOne, Tribunnews, Mabes Polri, Setneg, artinya mau viral. Sebelum viral, lebih kuat kalau lapor resmi dulu: 

1. Gakkum KLHK: 0811-932-933 – untuk pidana kehutanan & tambang ilegal 

2. Ditreskrimsus Polda Papua Tengah: 0811-483-998 – untuk pidana tambang  

3. Propam Mabes Polri: WA 0812-13-2000-2000 – kalau ada oknum anggota beking 

4. Lapor.go.id: Tembus ke Setneg & Kementerian ESDM. Wajib ditanggapi 14 hari 

Sertakan: Foto/video alat berat, koordinat GPS, nama cukong, nama oknum. Tanpa itu, susah ditindak. 

 

Solusi yang lagi didorong Pemprov Papua Tengah

Gubernur Papua Tengah Maret 2026 usulkan:

1. Wilayah Pertambangan Rakyat WPR: Legalkan 500 hektar untuk koperasi OAP, sisanya tutup. 

2. Sertifikasi penambang: Latih teknik bebas merkuri, biar tidak racuni sungai. 

3. Sapu bersih beking: TNI/Polri yang terbukti beking langsung PTDH. 

Tapi ini butuh SK Menteri ESDM. Sampai hari ini 1 Mei 2026, SK belum turun.

 

Jadi kapan tegas?

Kapolda baru kasih target Juli 2026 harus bersih. Kita kawal bareng. Tapi tegas saja tidak cukup kalau 2000 perut lapar tidak dikasih kerja lain.

Kalau kamu punya video/foto ekskavator di KM 36-95 yang baru, kirim ke saya. Saya bantu susun kronologi & alamat pengaduan biar tidak mentah di medsos. Tag fyp penting, tapi laporan resmi + bukti kuat lebih penting biar cukongnya ditangkap. 

TAMENG RAKYAT
Chat with us on WhatsApp