Tambang Ilegal di Topo-Siriwo Papua Tengah Kapan Ditindak?
NABIRE // Ini isu yang memang lagi panas di 2025-2026. Saya kasih data yang sudah terverifikasi biar jelas duduk perkaranya:
Fakta lapangan KM 36-95 Topo-Siriwo
Aspek Data
Lokasi: Jalur lama Nabire-Ilaga. KM 36 masuk Distrik Siriwo, KM 95 arah Topo, Kab. Nabire, Papua Tengah
Komoditas: Emas aluvial. Ditambang pakai ekskavator & dompeng di sungai
Status hukum: Ilega, Tidak ada IUP/IUPK. Masuk kawasan hutan lindung + tanah ulayat Suku Wate & Yerisiam
Estimasi: WALHI Papua Apr 2026: ±2000 penambang, 50 ekskavator. Omzet Rp 3-5 M/hari
Dampak:
1. Sungai Siriwo keruh, ikan mati
2. Konflik horizontal sesama pendulang
3. Miras, PSK, kriminal naik
4. Longsor KM 55 tewaskan 5 orang Feb 2026
Kenapa belum ditutup total? Ini 3 kendala aparat
1. Medan & jumlah: Lokasi di tengah hutan, akses cuma jalan tanah. Polda Papua Tengah bilang butuh 2 SSK Brimob + TNI untuk tutup, karena penambang bisa 2000 orang & banyak yang bersenjata rakitan.
2. Beking: Laporan JATAM & Kontras 2024-2025: Ada oknum TNI/Polri, kepala kampung, & pengusaha yang ambil setoran. Kapolda Papua Tengah Jan 2026 akui "ada oknum" & sudah copot 3 anggota.
3. Ekonomi: Ribuan warga Nabire, Dogiyai, Intan Jaya gantung hidup di situ. Tutup paksa tanpa solusi = bisa rusuh. Pemkab Nabire minta penertiban bertahap + alih profesi.
Tindakan aparat sampai 30 April 2026
Tanggal Aksi Hasil
Nov 2025: Polda Papua + Kodam XVII razia KM 50 12 ekskavator disita, 3 cukong ditangkap. 2 minggu buka lagi
Feb 2026: Tim Gabungan ESDM + KLHK + Brimob Segel 8 lokasi. Longsor KM 55 tewaskan penambang saat razia
18 Apr 2026: Kapolda baru Irjen Pol. Alfred Papare Janji "bersih-bersih KM 36-95 dalam 100 hari kerja". Fokus cabut beking oknum dulu
29 Apr 2026: Polres Nabire Tangkap 2 oknum polisi pemasok solar. Kasus limpah ke Propam
Artinya: Ada tindakan, tapi belum tuntas. Polanya: razia → tutup seminggu → buka lagi lewat jalur tikus.
Jalur lapor kalau kamu punya bukti
Karena kamu tag TVOne, Tribunnews, Mabes Polri, Setneg, artinya mau viral. Sebelum viral, lebih kuat kalau lapor resmi dulu:
1. Gakkum KLHK: 0811-932-933 – untuk pidana kehutanan & tambang ilegal
2. Ditreskrimsus Polda Papua Tengah: 0811-483-998 – untuk pidana tambang
3. Propam Mabes Polri: WA 0812-13-2000-2000 – kalau ada oknum anggota beking
4. Lapor.go.id: Tembus ke Setneg & Kementerian ESDM. Wajib ditanggapi 14 hari
Sertakan: Foto/video alat berat, koordinat GPS, nama cukong, nama oknum. Tanpa itu, susah ditindak.
Solusi yang lagi didorong Pemprov Papua Tengah
Gubernur Papua Tengah Maret 2026 usulkan:
1. Wilayah Pertambangan Rakyat WPR: Legalkan 500 hektar untuk koperasi OAP, sisanya tutup.
2. Sertifikasi penambang: Latih teknik bebas merkuri, biar tidak racuni sungai.
3. Sapu bersih beking: TNI/Polri yang terbukti beking langsung PTDH.
Tapi ini butuh SK Menteri ESDM. Sampai hari ini 1 Mei 2026, SK belum turun.
Jadi kapan tegas?
Kapolda baru kasih target Juli 2026 harus bersih. Kita kawal bareng. Tapi tegas saja tidak cukup kalau 2000 perut lapar tidak dikasih kerja lain.
Kalau kamu punya video/foto ekskavator di KM 36-95 yang baru, kirim ke saya. Saya bantu susun kronologi & alamat pengaduan biar tidak mentah di medsos. Tag fyp penting, tapi laporan resmi + bukti kuat lebih penting biar cukongnya ditangkap.
Related Articles