Bukan Asmara, Kasus Pembunuhan di Sencaki Surabaya Ada Motif Lain
SURABAYA // Polisi masih melakukan pengintaian terhadap pelaku pembunuhan Pria MJ (57), di Jalan Sencaki Gang Pragoto 2, Simokerto, Surabaya, Kamis (23/4/2026) pagi.
Polisi juga belum dapat mengungkap lebih detail motif pembunuhan yang sebelumnya disebut karena masalah asmara.
Terdapat dugaan korban melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan sebelum peristiwa itu terjadi.
Kapolsek Simokerto Kompol Zainur Rofik membeberkan kemungkinan lain, setelah gagal melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah Saksi.
"Kelihatannya korban ini seperti (dari) keterangan-keterangan Saksi-saksi ya, (melakukan) perbuatan tidak senonoh. Mungkin dari keluarganya gak terima atau apa gitu," bebernya.
Akan tetapi dia menyebut, hal tersebut juga masih perlu pendalaman lebih lanjut.
"Bukan, enggak (asmara). Ya karena mungkin perbuatannya (korban) enggak menyenangkan, kalau dari keterangannya (saksi) seperti itu kelihatannya. Tapi kita kan belum ini pemeriksaan dari tersangka juga apa motifnya. Masih menunggu (tersangka) tertangkap," pungkas Zainur.
Kompol Zainur Rofik menyebut, pelaku diduga lebih dari dua orang. Saat ini, berkolaborasi dengan Tim Jatanras Polrestabes Surabaya untuk mengamankan pelaku.
"Belum (tertangkap). (Pelaku) masih disanggong (diintai), sebagian ketagihan ini. Ini digabungkan dengan Jatanras, mudah-mudahan segera ketemu lah," ujar Zainur saat melansir detikJatim, Jumat (24/4/2026).
Polisi saat ini telah mengantongi sejumlah nama pelaku tak terduga serta terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini.
"Kelihatannya (pelaku) lebih dari dua orang. Masih kita telusuri terus, kantongi nama-namanya, segera mudah-mudah bisa menangkap orangnya ini," ungkap Zainur.
Diberitakan sebelumnya, MJ (57) tewas usai mengalami luka tusuk di dada kiri dan ditemukan tergeletaknya darah tak jauh dari rumah keluarganya.
Peristiwa berdarah itu diduga memicu persoalan asmara yang berujung cekcok sejak Subuh.
Menurut keterangan adik sepupu korban, Iwan (34), persaudaraan pertama pecah sekitar pukul 05.00 WIB.
Saat korban itu termasuk sempat terlibat pertengkaran dengan pihak yang diduga berkaitan dengan pelaku utama.
Konflik itu diduga berkaitan dengan satu perempuan yang melibatkan korban dan keluarga pelaku.
Setelah penghentian pertama mereda, pihak yang terlibat sempat pergi. Namun sekitar pukul 06.00 WIB, mereka kembali datang bersama seorang pria yang dikenal dengan panggilan Man.
"Informasinya ada empat orang pria, dua masuk ke dalam gang, dua lainnya menunggu di luar," ungkap seorang Saksi yang enggan disebut namanya.
Tak lama berselang, penusukan terjadi. Korban roboh dengan luka tusuk di dada kiri.
"Korban langsung terjadi, lalu pelaku kabur. Sepertinya penusukan di dada sebelah kiri menggunakan pisau," kata Saksi.