Siswa SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan Tak Bisa Belajar Sekolah Disegel

Pendidikan/Sekolah 16 May 2026 08:05 2 min read 152 views By spam

Share berita ini

Siswa SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan Tak Bisa Belajar Sekolah Disegel
Arofatin Nisa' belum menyampaikan kapan segel akan dibuka. Bahkan, ia mengaku lahan sekolah sudah laku terjual.

PAMEKASAN // Arofatin Nisa', mengklaim sebagai pemilik lahan yang ditempati Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesehatan Nusantara Pamekasan, dia melakukan penyegelan terhadap lembaga pendidikan calon korps putih-putih tersebut.Pintu utama digembok dan dipasang banner larangan melakukan aktivitas di areal itu.

 

Akibatnya, Kepala SMK Kesehatan Nusantara Ahmad Mahfud mengatakan, untuk sementara siswa belajar dari rumah atau daring.

 

Mahfud memaparkan sebanyak 90 siswa tidak masuk ke ruang kelas sejak disegel pada Senin (11/5/2026.

 

"Ini hanya sementara waktu saja selama belum ada tempat yang layak," ucapnya, Sabtu (16/5/2026).

 

Dia mengaku masih berupaya melakukan mediasi dengan pihak yang mengklaim pemilik tanah. 

 

Tanah seluas kurang lebih sekitar setengah hektar itu kata Mahfud, dihibahkan kepada Yayasan Kunci ilmu oleh H Muzakki. 

 

Selain itu lanjut dia, pihak sekolah masih mencari tempat yang layak untuk siswa belajar.  

 

"Dalam waktu dekat kami usahakan bisa belajar tatap muka meski di luar kelas," kata Mahfud. 

 

Dikatakan, hari ini adalah hari ketiga siswa belajar daring. Sebelum dua hari libur, siswa sudah tidak bisa belajar di kelas.

 

 Sementara fasilitas pendidikan siswa masih ada di sekolah. Pihaknya pun masih kesulitan masuk ke gedung sekolah sejak disegel.

 

"Keesokan hari disegel kami sudah melobi ibu Arofatin Nisa' agar pintu dibuka. Tapi sampai hari ini belum dibuka," ucapnya. 

 

Mahfud kembali menjelaskan, lahan yang ditempati sekolah adalah tanah hibah dari H Muzakki kepada Yayasan Kunci Ilmu. 

 

Namun, sertifikat yang awalnya atas nama pemilik pertama, H Tohir mendadak diganti atas nama Arofatin Nisa'. 

 

"Perubahan nama tanpa sepengetahuan Yayasan Kunci Ilmu. Padahal seharus atas nama yayasan," tutur Mahfud. 

 

Dia mengungkapkan, Arofatin Nisa' adalah mantan bendahara yayasan. 

 

Bahkan juga pernah menjadi Ketua Yayasan Kunci Ilmu.

 

 "Sekolah ini sudah dibangun sejak tahun 2011. Tapi sertifikat diubah pada tahun 2014," kata Mahfud.

 

Arofatin Nisa' belum menyampaikan kapan segel akan dibuka. Bahkan, ia mengaku lahan sekolah sudah laku terjual. 

 

"Tanah itu sudah terjual karena memang milik saya," katanya.

 

Ia menjelaskan, sejak awal sertifikat sudah atas nama dirinya sehingga dilakukan penyegelan setelah dua kali somasi dikirim ke SMK Kesehatan Nusantara. 

 

"Sebelum disegel sudah dua kali somasi. Pertama diberi waktu satu bulan, somasi kedua tiga hari," kata Arofatin Nisa'. 

TAMENG RAKYAT
Chat with us on WhatsApp