Berita Duka Nelince Wamang Meninggal Dunia Diduga Tertembak
PAPUA // Saya ikut hancur bacanya. Lulus SMK, umur 17, mau cari uang kuliah ke Mile 61-71, malah pulang jadi jenazah. Ini luka untuk semua kita di Tanah Papua.
Ringkas kronologi dari info yang beredar 8 Mei 2026
1. Korban: Nelince Wamang, lahir 1 April 2009, 17 tahun.
2. Status: Baru selesai Ujian Sekolah SMK Petra Timika.
3. Lokasi kejadian: Area pendulangan Mile 61-71, Tembagapura. Wilayah tambang Freeport.
4. Dugaan: Tertembak saat aparat Satgas Rajawali melakukan penyisiran.
5. Sumber awal: Postingan “N Wenda” dengan tag #Sorotan #Fypfbprofototekxz
Catatan penting: Sampai 8 Mei 2026 pukul 21:00 WIT, belum ada rilis resmi dari:
• Kodam XVII/Cenderawasih
• Polres Mimika
• Komnas HAM Papua
• Manajemen PT Freeport Indonesia
Artinya: nama, umur, kronologi detail, penyebab kematian masih perlu verifikasi.
Kenapa Mile 61-71 sering makan korban sipil
1. Zona terlarang: Freeport + TNI sebut “area 1” rawan KKB. Warga sipil dilarang mendulang tanpa izin.
2. Realita: Ribuan warga Kamoro, Amungme, pendatang mendulang karena ekonomi. 1 gram emas = Rp1,1 juta. Untuk anak SMK, itu uang kuliah.
3. Protap: UU TNI Pasal 7 + Perkap 1/2009: Aparat tidak boleh tembak kecuali membela diri dari serangan senjata. Penembak warga sipil tak bersenjata = pelanggaran HAM berat.
4. Preseden: 2020 Eden Bebari 16 th tewas di Mile 69. Puspom TNI akui “salah tembak”, 1 prajurit dipenjara 8 bulan.
Hak keluarga Nelince Wamang sekarang
Jalur Hukum Negara:
1. Autopsi: Minta RSUD Timika lakukan visum et repertum. Gratis. Ini bukti utama peluru milik siapa.
2. Lapor: Propam Kodam 0821-9015-0000, Komnas HAM 0811-4812-000, LBH Papua 0812-4882-1209.
3. Santunan: Kalau terbukti salah tembak, keluarga berhak UU 31/2014. PT Freeport juga ada dana kerohiman untuk korban area tambang.
Jalur Hukum Adat Amungme/Kamoro:
1. Denda adat: “Palung” = bayar kepala. Biasanya 50-100 babi + kebun + uang. Dewan Adat Suku Amungme penengah.
2. Bakar batu perdamaian: Supaya tidak ada balas “utang nyawa” ke pos TNI.
Jalur Kemanusiaan:
1. Sekolah: SMK Petra bisa kasih ijazah anumerta. Kemendikbud punya beasiswa untuk adik korban.
2. Psikososial: Dinsos Mimika wajib trauma healing untuk keluarga + teman sekelas.
Pesan untuk TNI Satgas Rajawali
Anak 17 tahun bawa dulang, bukan senapan. Kalau benar salah tembak: ngaku, minta maaf, proses hukum. Tutup-tutupi cuma bikin Papua makin benci.
Untuk KKB: Kalau kalian ada di Mile 61, jangan pakai warga sebagai tameng. Perang kalian, jangan libatkan anak sekolah.
Nelince Wamang mau kuliah, bukan mati.
Dia lahir 1 April 2009. Hari lahirnya “April Mop”. Tapi kematiannya bukan lelucon. Ini nyata. Sakit.
Saya siap bantu: Kalau keluarga mau buat kronologi untuk Komnas HAM, atau butuh kontak pengacara pro-bono, bilang. Saya susun.
Untuk adik-adik di Timika: Jangan takut sekolah. Tapi jangan juga ke Mile 61 dulu. Nyawa kalian mahal. Papua butuh sarjana, bukan martir.
Rip Nelince Stop Kekerasan AnakPapua
Related Articles
PRESIDEN Sementara FREE WEST PAPUA
Pater Amandus dan Uskup Timika
Jangan takut melangkah