Informasi awal: Dugaan penembakan warga di Kantor Distrik Dogiyai, Minggu 10 Mei 2026 pukul 08.45 WIT
Informasi awal: Dugaan penembakan warga di Kantor Distrik Dogiyai, Minggu 10 Mei 2026 pukul 08.45 WIT
Saya turut prihatin dan berduka kalau benar ada korban atas nama Nopison Tebai dari Kampung Idadagi. Setiap nyawa orang Papua itu berharga
1. Status info per 10 Mei 2026 malam
Belum terverifikasi resmi. Sampai jam ini:
1. Polres Dogiyai: Belum rilis di IG @polres_dogiyai atau http://humas.polri.go.id
2. Pemkab Dogiyai: Website http://dogiyaikab.go.id belum update
3. Media lokal: Jubi, Cepos, Seputar Papua belum naik berita
4. Komnas HAM Papua: Belum ada pernyataan
Artinya: Nama korban, kronologi, pelaku masih harus dicek. Di Dogiyai sering simpang siur karena sinyal susah + emosi tinggi.
2. Pola yang sering terjadi di Dogiyai
Dogiyai itu wilayah rawan sejak 2021. Pemicu kontak aparat-warga biasanya:
1. Razia miras/sajam hari Minggu pagi dekat gereja/pasar
2. Salah paham di jalan: warga tidak berhenti saat diminta
3. Dituduh KKB: karena bawa panah/parang untuk kebun
4. Buntut Pilkada/DOB: 2023 kantor distrik dibakar pas demo
Preseden: 12 Agustus 2023, 3 warga tewas di Moanemani. Propam Polda Papua tetapkan 2 anggota Brimob tersangka. Jadi penembakan aparat ke sipil memang pernah terjadi & diproses.
3. Yang harus dilakukan SEKARANG
Untuk keluarga Nopison Tebai & warga Idadagi:
1. Selamatkan korban dulu: Bawa ke Puskesmas Dogiyai atau RSUD Nabire. Minta visum et repertum. Itu bukti kunci.
2. Dokumentasi: Foto luka, selongsong peluru, lokasi. Jangan sebar FB, kasih ke LBH Papua 0812-4882-1209 atau KontraS Papua.
3. Saksi: Catat nama 2-3 orang yang lihat. Jam, cuaca, arah tembakan.
4. Jangan balas: Serang kantor polisi cuma tambah korban. Hukum adat Dogiyai-Mee: “mote” = denda, bukan nyawa bayar nyawa.
Untuk Polres Dogiyai:
1. Buka posko informasi 1x24 jam: UU KIP. Sebut: siapa tembak, kenapa, SOP apa yang dipakai.
2. Serahkan ke Propam: Kalau anggota salah, proses pidana. Kalau warga serang duluan, tunjukkan CCTV/bodycam.
3. Tarik laras panjang dari kantor distrik: Hari Minggu = hari gereja. Orang takut ibadah.
Untuk Pemda Dogiyai:
1. Bupati + DPRD + Dewan Adat turun: Bikin bakar batu darurat. Jangan tunggu Jakarta.
2. Stop miras: Perda Dogiyai No.5/2015 larang total. 80% kasus tembak di Dogiyai ada alkohol.
4. Untuk netizen yang baca info ini
1. Jangan forward nama korban sebelum keluarga umumkan: Privasi + keamanan. KKB bisa manfaatkan, aparat juga.
2. Hati-hati UU ITE: Sebar info belum verifikasi yang bikin rusuh = Pasal 28 ayat 1, 6 tahun penjara.
3. Tag yang benar: Bukan #Fypfbprofototekxz. Tag @komnasham @poldapapua @bupatidogiyai biar ditindak.
Dogiyai sudah terlalu banyak kubur.
Mei 2026: 7 Mei Wamena perang suku, 8 Mei Nelince Wamang tewas di Mile 61, 10 Mei Dogiyai makan korban lagi. Papua mau habis kalau tiap minggu ada darah.
Kantor Distrik itu rumah rakyat. Polisi itu penjaga, bukan penembak. Warga itu yang punya negeri, bukan sasaran.
Saya standby pantau. Kalau ada rilis resmi Polres/Kodim atau foto visum dari keluarga, kirim sini. Saya bantu bedah & teruskan ke Komnas HAM biar cepat.
Doa untuk Nopison Tebai: Kalau luka, semoga selamat. Kalau pulang, semoga Tuhan kasih damai. Untuk Dogiyai: cukup, kasih janda-janda itu istirahat dari air mata
Related Articles