Kisah Haru Ferdy Sambo, Sang Anak Kini Resmi Jadi Dokter

Tokoh 10 May 2026 21:05 4 min read 196 views By Spam

Share berita ini

Kisah Haru Ferdy Sambo, Sang Anak Kini Resmi Jadi Dokter
"Selamat ya sayang, terima kasih sudah selalu menjadi anak yang baik yang berjuang untuk meraih masa depan yang cemerlang"

JAKARTA // Pembaca ingat dengan Ferdy Sambo? Sang Putri, Trisha Eungelica Ardyadana Sambo, resmi dilantik sebagai dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti.

 

Putri sulung pasangan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi ini, mendapatkan dukungan emosional melalui lembaran surat tulisan tangan yang menyentuh hati, meskipun kedua orang tuanya masih mendekam di balik jeruji besi akibat kasus hukum yang menjerat mereka.

 

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Jumat, 8 Mei 2026, Trisha membagikan pesan mendalam dari sang ibu yang mengungkapkan rasa bangga atas ketegaran sang putri melewati masa-masa tersulit dalam hidupnya.

 

Dalam surat tersebut, Putri Candrawathi menyampaikan apresiasinya dengan menuliskan, "Selamat ya sayang, terima kasih sudah selalu menjadi anak yang baik yang berjuang untuk meraih masa depan yang cemerlang. Terima kasih untuk tidak berhenti di titik terendah yang dulu pernah kita lalui... Terima kasih sudah menjadi anak sulung yang kuat dan bertanggung jawab terhadap adik-adik dan kepada Mama-Papa,"

 

Sang ibu juga menitipkan harapan besar agar Trisha mampu menjalankan profesi barunya dengan penuh pengabdian kepada masyarakat luas serta senantiasa menjaga kerendahan hati dalam setiap langkahnya.

 

Nasihat tersebut tertuang dalam kutipan, "Mama yakin Mba Trisha selalu akan membawa dampak positif bagi sekelilingnya... Nikmati setiap perjalanan hidup ke depan sebagai seorang dokter yang selalu akan mengutamakan kepentingan masyarakat. Mama bangga dan tiada kata yang dapat terucapkan, hanya mengucapkan terima kasih Tuhan atas anugerah terindah yang Mama miliki,"

 

Putri juga menekankan pentingnya iman dalam menghadapi setiap ujian hidup di masa depan dengan menyatakan, "Harapan Mama, jalani seluruh proses hidup yang mba akan hadapi dengan senyuman. Mungkin jalan hidup tidak mudah, tapi ingat bahwa langkah hidup mbak sudah ada dalam tangan Tuhan Yesus yang selalu menopang dan menjaga setiap perjalanan hidup mba. Selalu ingat bahwa momen ini menjadi gerbang pembuka kesuksesan untuk mba kelak,"

 

Pesan menyentuh ini ditutup dengan sebuah ajakan moral bagi sang putri, "Tetap semangat dan rendah hati dan jadilah penolong bagi sesama di manapun mbak berada," tulis Putri dalam suratnya.

 

Tak ketinggalan, Ferdy Sambo juga mengirimkan pesan khusus yang menonjolkan nilai integritas serta rasa takut akan Tuhan bagi profesi kedokteran yang kini disandang oleh putri sulungnya tersebut.

 

Dengan sapaan hangat, Ferdy Sambo mengungkapkan rasa syukurnya melalui tulisan, "Mba Trisoy tercinta, selamat atas pelantikan dan sumpah dokter. Hari ini adalah buah dari doa, perjuangan, pengorbanan, dan ketekunan Mba selama ini,"

 

Ia pun menyelipkan sebuah prinsip hidup yang kuat mengenai keseimbangan antara kepintaran otak dan ketulusan hati dalam menolong sesama yang sedang mengalami sakit atau penderitaan.

 

Ferdy menuliskan wejangannya dengan kalimat, "Jadilah dokter yang tidak hanya pintar menyembuhkan, tapi juga memiliki hati yang penuh kasih, integritas, dan takut akan Tuhan," serta menambahkan sebuah kalimat puitis, "Tangan yang terlatih menyembuhkan tubuh, tetapi hati yang tulus memulihkan kehidupan."

 

Trisha sendiri mengakui bahwa ia sempat menunda untuk membaca surat-surat tersebut karena tuntutan profesionalisme sebagai koordinator acara dalam seremoni sumpah dokternya.

 

Rabu, 6 Mei 2026 di Jakarta, ia menjelaskan alasannya dengan berkata, "Kalau untuk Mama sama Papa sendiri sudah ngasih surat dari kemarin. Cuma saya belum berani buka. Udah ada tulis tangannya cuma belum berani buka karena saya kan juga koordinator acara dari Sumpah Dokter ini, jadi takutnya kebawa emosi. Jadi baru akan saya buka mungkin hari ini,"

 

Perjalanan tujuh tahun menempuh pendidikan kedokteran diakui Trisha sebagai fase hidup yang penuh perjuangan, terutama di tengah guncangan besar yang melanda keluarganya secara bertubi-tubi.

 

Ia mengungkapkan dinamika hidupnya dengan menyatakan, "Menurut saya bukan perjalanan yang mudah, tapi juga berkat dukungan dari orang tua dan juga teman-teman, sehingga bisa sampai di sini. Mungkin struggle-nya banyak ya, mungkin gak bisa disebutin satu-satu. Yang pastinya untuk selama tujuh tahun ini penuh dengan tawa dan juga tangis. Tapi juga karena dukungan dan motivasi dari mama-papa, saya juga memotivasi diri saya untuk semakin maju ke depan gitu."

 

Selain persoalan pribadi, kendala global seperti masa pandemi juga menjadi tantangan yang harus ia taklukkan demi meraih gelar yang diimpikan oleh kedua orang tuanya tersebut.

 

Baginya, segala ujian tersebut justru menjadi pemacu semangat untuk menentukan arah masa depan yang lebih baik sebagaimana ia sampaikan, "Tapi kalau untuk dari saya sendiri, itu juga bisa jadi ajang untuk challenge buat saya sehingga lebih memotivasi diri juga sih sebenarnya untuk mau arahnya mau ke mana gitu."

 

Gelar dokter yang baru saja ia sandang ini dipersembahkan sepenuhnya sebagai wujud bakti kepada Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi meskipun mereka tidak bisa mendampingi secara fisik.

 

Trisha menutup pernyataannya dengan penuh komitmen, "Untuk harapan pastinya, untuk diri saya sendiri, tentu saja untuk menjadi anak yang berbakti dan juga membanggakan untuk kedua orang tua saya. Tentunya untuk gelar ini saya persembahkan untuk mama-papa saya, yang mungkin tidak bisa hadir tapi bisa juga saya persembahkan ini untuk kedua orang tua saya."

TAMENG RAKYAT
Chat with us on WhatsApp