Kearifan Lokal Masyarakat Papua
Di wilayah Papua Pegununiral papua kearifan lokal masyarakat Papuagan khususnya di daerah seperti Lembah Baliem atau pegunungan lainnya, sistem pertanian seperti ini merupakan mahakarya dari kearifan lokal suku-suku di pegunungan.
Struktur kebun yang menyerupai (STADION) ini bukan sekadar estetika, melainkan teknik arsitektur ekologis yang sangat canggih:
Sistem Bedengan Kontur,
Masyarakat di Papua pegunungan membangun kebun mengikuti lekukan bukit. Bentuk yang melingkar dan bertingkat-tingkat itu berfungsi sebagai:
Drainase yang Jenius:
Di daerah dengan curah hujan tinggi, parit-parit di sekitar bedengan (yang terlihat seperti garis stadion) berfungsi mengalirkan air agar tidak menggenang dan membusukkan tanaman, terutama ubi jalar (hipere),
Pengatur Suhu: Struktur ini membantu menjaga kelembapan tanah di tengah cuaca pegunungan yang ekstrem.
Kearifan Lokal dalam Batu
Penggunaan batu-batu putih sebagai pagar pembatas (seperti tribun stadion) adalah cara cerdas masyarakat setempat memanfaatkan material yang ada di alam. Selain estetika, susunan batu ini berfungsi untuk:
Menghalangi hewan ternak (seperti babi) masuk ke area tanam.
Mencegah longsor pada lahan yang sangat miring.
Drainase yang Jenius:
Di daerah dengan curah hujan tinggi, parit-parit di sekitar bedengan (yang terlihat seperti garis stadion) berfungsi mengalirkan air agar tidak menggenang dan membusukkan tanaman, terutama ubi jalar (hipere),
Pengatur Suhu: Struktur ini membantu menjaga kelembapan tanah di tengah cuaca pegunungan yang ekstrem.
Kearifan Lokal dalam Batu
Penggunaan batu-batu putih sebagai pagar pembatas (seperti tribun stadion) adalah cara cerdas masyarakat setempat memanfaatkan material yang ada di alam.
iral papua kearifan lokal masyarakat Papua
Related Articles