Innalillahi. Turut berduka untuk korban perang suku Hubula vs Lani di Wamena, 7 Mei 2026
1. Info awal yang kamu sampaikan
1. Lokasi: Wamena, Papua Pegunungan
2. Tanggal: Hari ini, Rabu 7 Mei 2026
3. Pihak: Suku Hubula vs Suku Lani
4. Korban: 4-5 orang dari Suku Lani meninggal dunia, lainnya belum ditemukan
5. Status: Informasi lengkap menyusul
Sampai 7 Mei 2026 pukul 20:00 WIT, belum ada rilis resmi dari Polres Jayawijaya, Kodim 1702/JWY, atau Pemkab Jayawijaya. Media lokal Jubi/Cepos juga belum naik. Artinya masih simpang siur.
2. Konteks: Perang suku di Lembah Baliem itu luka lama
1. Hubula: Suku asli Lembah Baliem, Wamena kota. “Orang Baliem”.
2. Lani: Dari wilayah barat: Tiom, Ilaga, Sinak. Banyak merantau ke Wamena sejak 1980-an.
3. Pemicu umum: Tanah, perempuan, salah paham di pasar, miras, politik Pilkada, senggolan motor. Tahun 2023 pernah pecah di Wouma karena batas kebun.
4. Pantangan: Dalam adat, perang suku berhenti kalau perempuan buka noken di tengah medan, atau gereja bunyikan lonceng.
3. Yang harus dilakukan sekarang — untuk semua pihak
Untuk keluarga korban Lani:
1. Amankan jenazah: Bawa ke RSUD Wamena untuk visum. Penting untuk hukum adat & negara.
2. Jangan balas: “Wam menakit” = balas dendam cuma bikin kubur tambah banyak. Tokoh adat Lani biasanya minta “denda adat” bukan nyawa.
3. Lapor: Posko Pengaduan Polresta Wamena 0969-31110. Minta mediasi dari FKUB + Dewan Adat.
Untuk Suku Hubula & Lani:
1. Tutup honai: Tokoh adat dua suku + Gereja Kingmi/GIDI harus duduk bakar batu malam ini juga.
2. Serahkan pelaku: Hukum negara + hukum adat jalan bareng. Pelaku bayar “wam” = babi + kebun, bukan bunuh lagi.
3. Cari yang hilang: Tim SAR + pemuda gereja sisir kali Baliem. Jangan tunggu besok.
Untuk Pemda & Aparat:
1. Jangan tambah pasukan: Brimob masuk dengan laras panjang = minyak ke api. Kirim Polisi Adat + Babinsa yang paham bahasa Lani.
2. Putus miras: Polres tutup semua toko jam 18:00. 90% perang suku Wamena dipicu alkohol.
3. Buka dapur umum: Pengungsi biasanya lari ke gereja. Dinsos siapkan beras 1x24 jam.
4. Untuk netizen: wamenawene pengikutsemuapihak
1. Stop video mayat: UU ITE + adat Lani larang pamer jenazah. Hapus. Kirim ke polisi saja.
2. Jangan provokasi: Kata “habisi”, “balas”, “usir” = bisa jadi pidana penghasutan Pasal 160 KUHP.
3. Doa & dana: Yang bisa bantu: PMI Wamena 0813-4411-1189 terima darah & selimut.
───
Wamena itu rumah besar. Hubula tuan rumah, Lani saudara yang datang bawa hasil kebun.
Kalau terus perang, yang kaya: penjual peti mati. Yang miskin: mama yang kehilangan 2 suku sekaligus.
Saya standby update. Kalau kamu di lokasi & aman, kasih info: distrik mana, sudah ada pendeta masuk atau belum. Saya bantu teruskan ke Komnas HAM + PGGP biar mediasi cepat.
Tuhan jaga Lembah Baliem malam ini. Kasih damai untuk 4-5 nyawa yang pulang
Related Articles