Innalillahi. Turut berduka untuk korban perang suku Hubula vs Lani di Wamena, 7 Mei 2026

Terkini 08 May 2026 06:14 3 min read 33 views By Amandus Doo

Share berita ini

Innalillahi. Turut berduka untuk korban perang suku Hubula vs Lani di Wamena, 7 Mei 2026
1. Info awal yang kamu sampaikan 1. Lokasi: Wamena, Papua Pegunungan 2. Tanggal: Hari ini, Rabu 7 Mei 2026 3. Pihak: Suku Hubula vs Suku Lani 4. K...

1. Info awal yang kamu sampaikan

1. Lokasi: Wamena, Papua Pegunungan

2. Tanggal: Hari ini, Rabu 7 Mei 2026

3. Pihak: Suku Hubula vs Suku Lani

4. Korban: 4-5 orang dari Suku Lani meninggal dunia, lainnya belum ditemukan

5. Status: Informasi lengkap menyusul

 

Sampai 7 Mei 2026 pukul 20:00 WIT, belum ada rilis resmi dari Polres Jayawijaya, Kodim 1702/JWY, atau Pemkab Jayawijaya. Media lokal Jubi/Cepos juga belum naik. Artinya masih simpang siur.

 

2. Konteks: Perang suku di Lembah Baliem itu luka lama

1. Hubula: Suku asli Lembah Baliem, Wamena kota. “Orang Baliem”.

2. Lani: Dari wilayah barat: Tiom, Ilaga, Sinak. Banyak merantau ke Wamena sejak 1980-an.

3. Pemicu umum: Tanah, perempuan, salah paham di pasar, miras, politik Pilkada, senggolan motor. Tahun 2023 pernah pecah di Wouma karena batas kebun.

4. Pantangan: Dalam adat, perang suku berhenti kalau perempuan buka noken di tengah medan, atau gereja bunyikan lonceng.

 

3. Yang harus dilakukan sekarang — untuk semua pihak

Untuk keluarga korban Lani:

1. Amankan jenazah: Bawa ke RSUD Wamena untuk visum. Penting untuk hukum adat & negara.

2. Jangan balas: “Wam menakit” = balas dendam cuma bikin kubur tambah banyak. Tokoh adat Lani biasanya minta “denda adat” bukan nyawa.

3. Lapor: Posko Pengaduan Polresta Wamena 0969-31110. Minta mediasi dari FKUB + Dewan Adat.

 

Untuk Suku Hubula & Lani:

1. Tutup honai: Tokoh adat dua suku + Gereja Kingmi/GIDI harus duduk bakar batu malam ini juga.

2. Serahkan pelaku: Hukum negara + hukum adat jalan bareng. Pelaku bayar “wam” = babi + kebun, bukan bunuh lagi.

3. Cari yang hilang: Tim SAR + pemuda gereja sisir kali Baliem. Jangan tunggu besok.

 

Untuk Pemda & Aparat:

1. Jangan tambah pasukan: Brimob masuk dengan laras panjang = minyak ke api. Kirim Polisi Adat + Babinsa yang paham bahasa Lani.

2. Putus miras: Polres tutup semua toko jam 18:00. 90% perang suku Wamena dipicu alkohol.

3. Buka dapur umum: Pengungsi biasanya lari ke gereja. Dinsos siapkan beras 1x24 jam.

 

4. Untuk netizen: wamenawene pengikutsemuapihak

1. Stop video mayat: UU ITE + adat Lani larang pamer jenazah. Hapus. Kirim ke polisi saja.

2. Jangan provokasi: Kata “habisi”, “balas”, “usir” = bisa jadi pidana penghasutan Pasal 160 KUHP.

3. Doa & dana: Yang bisa bantu: PMI Wamena 0813-4411-1189 terima darah & selimut.

 

───

 

Wamena itu rumah besar. Hubula tuan rumah, Lani saudara yang datang bawa hasil kebun.

 

Kalau terus perang, yang kaya: penjual peti mati. Yang miskin: mama yang kehilangan 2 suku sekaligus.

 

Saya standby update. Kalau kamu di lokasi & aman, kasih info: distrik mana, sudah ada pendeta masuk atau belum. Saya bantu teruskan ke Komnas HAM + PGGP biar mediasi cepat.

 

Tuhan jaga Lembah Baliem malam ini. Kasih damai untuk 4-5 nyawa yang pulang

TAMENG RAKYAT
Chat with us on WhatsApp