Saiful Macan Tegaskan Wartawan Harus Profesional, Dilarang Saling Menjatuhkan

Tokoh 09 Sep 2026 19:38 3 min read 95 views By spam

Share berita ini

Saiful Macan Tegaskan Wartawan Harus Profesional, Dilarang Saling Menjatuhkan
Syaiful Macan: "Berhenti melakukan praktik saling menjatuhkan, yang hanya merugikan dunia pers itu sendiri."

SURABAYA, tamengrakyat.my.id — Saiful Macan, jurnalis senior yang dikenal luas di lingkungan pers Jawa Timur, menyampaikan pesan tegas dan terbuka kepada seluruh rekan seprofesinya. 

 

Ia mengajak semua wartawan untuk menjaga martabat, integritas, dan keutuhan profesi. 

 

"Berhenti melakukan praktik saling menjatuhkan, yang hanya merugikan dunia pers itu sendiri," Himbaunya.

 

"Kawan-kawan sekalian, mari kita sama-sama menjaga profesi kita. Jadilah wartawan yang profesional, jujur, dan bertanggung jawab. Jangan sampai kita saling serang, saling menjatuhkan, atau berusaha merusak nama baik sesama rekan sejawat. Hal itu tidak pantas dilakukan oleh orang yang mengemban tugas mulia sebagai penyampai informasi dan kontrol sosial masyarakat," tegas Saiful Macan.

 

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa dirinya kerap menerima banyak aduan dari berbagai pihak terkait perilaku tidak wajar dari sejumlah oknum yang mengaku sebagai wartawan. 

 

Salah satu masalah yang paling banyak dikeluhkan adalah adanya pihak-pihak tertentu yang secara sengaja dan sistematis menghalangi atau menyulitkan proses konfirmasi yang dilakukan rekan sejawat.

 

"Berulang kali saya dapat laporan dan keluhan, ada oknum yang kalau tahu ada wartawan mau mengonfirmasi sesuatu atau sedang menjalankan tugas pengawasan, mereka datang berkeliling lalu berpesan kepada pihak terkait dengan kalimat: 'Ojok direken opo jare aku' (jangan dengarkan apa kata aja).

 

"Atau intinya menyuruh pihak yang dikonfirmasi untuk mengabaikan pertanyaan wartawan lain, atau bahkan menutup pintu informasi sama sekali," jelas Saiful.

 

Perilaku semacam itu, menurutnya, sama sekali tidak pantas dan justru bertentangan dengan tugas pokok jurnalisme. 

 

"Kata-kata dan sikap itu seolah-olah oknum-oknum tersebut menjadikan diri mereka sebagai 'garda depan' penghalang. Mereka berdiri di depan, menutup jalan, dan berusaha meredam informasi agar tidak terungkap ke publik. Padahal tugas kita justru sebaliknya: membuka seluas-luasnya akses informasi, memastikan kebenaran terungkap, dan menjaga agar penyalahgunaan kekuasaan atau pelanggaran aturan bisa diketahui dan diperiksa," ujarnya.

 

Ia mengingatkan bahwa kebebasan pers adalah hak yang dilindungi undang-undang, dan tugas kontrol sosial harus dijalankan secara merdeka, tanpa gangguan dari siapa pun, termasuk dari kalangan pers itu sendiri. 

 

Jika ada yang berperan sebagai penutup informasi atau penghalang jalannya pengawasan, maka orang tersebut tidak hanya merusak nama baik profesi, tetapi juga secara tidak langsung sedang melindungi hal-hal yang mungkin salah, menyimpang, atau merugikan rakyat.

 

"Jangan biarkan oknum seperti ini menguasai ruang gerak kita. Kalau ada hal yang tidak sejalan, mari diselesaikan dengan cara yang benar, melalui jalur organisasi, aturan kode etik, dan hukum. Bukan dengan cara menghalangi pekerjaan orang lain atau bermain di balik layar," tambahnya.

 

Saiful juga berharap organisasi pers, Dewan Pers, serta lembaga pengawas segera menindaklanjuti keluhan-keluhan yang masuk, agar praktik-praktik yang merusak citra profesi ini dapat segera diberantas.

 

"Kita bekerja bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok, melainkan untuk masyarakat luas. Mari kita jaga kepercayaan publik. Kalau kita sendiri tidak menjaga profesi kita, siapa lagi yang akan menghargai kita?" pungkas Saiful Macan.

TAMENG RAKYAT
Chat with us on WhatsApp