Jangan Lupa Sejarah, Ratusan Pensiunan Semen Gresik Tuntut Kesehatan

Hukum 20 Aug 2026 19:35 3 min read 113 views By spam

Share berita ini

Jangan Lupa Sejarah, Ratusan Pensiunan Semen Gresik Tuntut Kesehatan
BOD harus tahu persis bahwa para pensiunan sangat berjuang membesarkan Semen Gresik menjadi Semen Indonesia Group.

GRESIK, tamengrakyat.my.id – Para pensiunan Semen Gresik menuntut kejelasan dan pemenuhan hak bantuan kesehatan yang selama ini mereka klaim telah dijamin melalui Surat Keputusan (SK) Direksi Semen Gresik.

 

Untuk itu, ratusan pensiunan Semen Gresik tersebut, menggelar aksi di depan Gedung Semen Indonesia, Jalan Veteran, Kabupaten Gresik, Kamis (20/8/2026). 

 

Ahmad Panji Arif, perwakilan para pensiunan menegaskan, tuntutan yang disampaikan bukan persoalan baru, melainkan berkaitan dengan hak yang menurut mereka telah diatur dalam keputusan perusahaan.

 

Ahmad mengatakan, berdasarkan SK Direksi yang menjadi dasar para pensiunan, terdapat ketentuan mengenai bantuan kesehatan bagi pensiunan sebesar dua kali gaji yang diberikan selama hidup. 

 

Bahkan, menurutnya, hak tersebut juga dapat diteruskan kepada ahli waris dengan persentase tertentu.

 

“Di SK itu disebutkan akan diberikan bantuan kesehatan kepada para pensiunan sebesar dua kali gaji seumur hidup sampai dengan ahli waris,” ujar Ahmad dalam aksi tersebut.

 

Ia menilai, hak tersebut tidak semestinya dihentikan hanya karena seorang pekerja telah memasuki masa pensiun. 

 

Ahmad juga menanggapi informasi mengenai adanya pembatasan bagi pensiunan yang telah memasuki masa pensiun lebih dari 10 tahun.

 

Menurutnya, ketentuan tersebut perlu dibedakan dengan kebijakan yang diberlakukan kepada pekerja yang masih aktif.

 

“Kalau yang masih aktif memang ada kebijakan yang dihentikan pada 2017. Tetapi untuk para pensiunan, haknya tetap harus diberikan,” tegasnya.

 

Ahmad juga mengingatkan jajaran direksi atau BOD Semen Indonesia agar tidak melupakan sejarah panjang Semen Gresik. 

 

Menurut dia, perkembangan Semen Gresik hingga menjadi perusahaan besar dan kemudian menjadi bagian dari Semen Indonesia Group tidak terlepas dari kerja keras para pekerja yang kini telah memasuki masa pensiun.

 

“BOD harus tahu persis bahwa para pensiunan ini sangat-sangat berjuang untuk membesarkan Semen Gresik menjadi Semen Indonesia Group. Mereka sekarang sudah lansia, tetapi semangatnya luar biasa,” katanya.

 

Ia menyebut perjalanan Semen Gresik sejak berdiri pada 1957 menjadi bagian penting dari sejarah perusahaan. 

 

Menurut Ahmad, para pekerja pada masa itu turut berperan dalam membangun kekuatan perusahaan hingga mampu melakukan ekspansi dan memiliki saham di perusahaan semen lain.

 

Karena itu, ia meminta persoalan hak pensiunan tidak dilihat semata-mata dari sisi administratif, tetapi juga dari komitmen perusahaan terhadap para pekerja yang telah mengabdikan puluhan tahun masa kerjanya.

 

Dalam aksi tersebut juga muncul penyebutan angka sekitar Rp138 miliar terkait total nilai yang dipersoalkan. 

 

Namun, angka tersebut masih perlu diperjelas apakah merupakan total kewajiban perusahaan, nilai dana yang menjadi hak pensiunan, atau nilai tuntutan secara keseluruhan.

 

Para pensiunan berharap manajemen Semen Indonesia membuka ruang dialog dan memberikan kepastian mengenai status hak mereka. 

 

Mereka juga meminta perusahaan menghormati ketentuan yang selama ini menjadi dasar pemberian bantuan kepada pensiunan.

 

Aksi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik perkembangan besar industri semen nasional, terdapat sejarah panjang pengabdian para pekerja yang kini telah memasuki usia lanjut.

 

Para pensiunan menegaskan, mereka tidak meminta sesuatu yang baru. 

 

Mereka hanya menuntut hak yang menurut mereka telah dijanjikan dan dituangkan dalam keputusan perusahaan.

TAMENG RAKYAT
Chat with us on WhatsApp