Mural Antikorupsi Menjamur di Sekolah Jatim, Tapi Keluhan

Pendidikan/Sekolah 18 Sep 2026 22:34 2 min read 58 views By Syaiful Macan

Share berita ini

Mural Antikorupsi Menjamur di Sekolah Jatim, Tapi Keluhan
transparansi dan tindakan nyata yang akan menjawab apakah persoalan di balik tembok itu benar-benar telah berubah.

SURABAYA, tamengrakyat.my.id - Sekolah-sekolah negeri di Jawa Timur (Jatim), kini ramai mengecat dinding dengan pesan antikorupsi. 

 

Tulisan tentang integritas, kejujuran, dan perlawanan terhadap korupsi menghiasi lingkungan sekolah, melibatkan siswa dalam kampanye moral yang terlihat indah di ruang publik.

 

Namun di balik warna-warni mural tersebut, muncul pertanyaan yang lebih tajam.

 

Apakah gerakan antikorupsi berhenti pada cat tembok?.

 

Sementara persoalan yang dikeluhkan masyarakat masih berjalan?

 

Di tengah kampanye antikorupsi yang digaungkan, laporan dan pemberitaan terkait dugaan pungutan sejumlah SMA/SMK Negeri di Jawa Timur masih terus menjadi sorotan. 

 

Keluhan soal iuran, seragam, buku, hingga berbagai biaya kegiatan sekolah masih disampaikan oleh sebagian wali murid dan masyarakat.

 

Seolah yang berubah hanya wajah sekolah. Dinding berganti warna, slogan berganti tulisan, tetapi masyarakat masih mempertanyakan apakah sistem pengawasan dan tata kelola juga benar-benar berubah.

 

Antikorupsi bukan sekadar membuat tulisan besar di tembok sekolah. 

 

Nilai tersebut harus terlihat dari transparansi anggaran, keterbukaan kebijakan, serta keberanian menindaklanjuti setiap laporan masyarakat.

 

Publik pun mempertanyakan peran Dinas Pendidikan Jawa Timur sebagai lembaga pembina dan pengawas SMA/SMK negeri. 

 

Ketika pesan antikorupsi semakin ramai dipajang, masyarakat menunggu apakah akan ada langkah nyata untuk memastikan tidak ada praktik yang bertentangan dengan aturan pendidikan.

 

Mural antikorupsi tentu memiliki nilai edukasi bagi siswa. 

 

Namun masyarakat mengingatkan, pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti sebagai simbol visual yang hanya memperindah halaman sekolah.

 

Sebab yang diuji bukan seberapa banyak dinding sekolah bertuliskan antikorupsi.

 

Tetapi apakah nilai tersebut benar-benar hidup dalam kebijakan dan pelayanan pendidikan.

 

Pada akhirnya, cat bisa menutup tembok yang kusam.

 

Tetapi transparansi dan tindakan nyata yang akan menjawab apakah persoalan di balik tembok itu benar-benar telah berubah.

TAMENG RAKYAT
Chat with us on WhatsApp