Parkir di Wisata Religi Ampel Kuras Energi Wali Kota Surabaya

Terkini 28 Jun 2026 16:57 2 min read 291 views By spam

Share berita ini

Parkir di Wisata Religi Ampel Kuras Energi Wali Kota Surabaya
“Kawasan Ampel ini memang semrawut sekali. Bukan hanya parkir, tapi ada juga laporan peziarah dimintai uang saat menyeberang jalan,” ujar Eri.

SURABAYA, tamengrakyat.my.id - Kawasan wisata religi Ampel Surabaya selalu ramai pengunjung, hal ini membuat arus lalu lintas membutuhkan penanganan yang serius, agar pengunjung tetap nyaman dan citra Kota Pahlawan terjaga.

 

Seperti yang dilakukan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, dia turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan wisata religi Ampel, Surabaya Utara. 

 

Sidak itu dilakukan merespon keluhan warga dan peziarah terkait parkir semrawut yang memicu kemacetan parah.

 

Wali Kota kemudian menemukan banyak kendaraan parkir tidak tertib. 

 

Sepeda motor dan mobil terparkir hingga tiga baris di badan jalan. 

 

Kondisi itu membuat ruas jalan menyempit dan arus lalu lintas tersendat.

 

Wali Kota mengatakan kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan.

 

 Apalagi, kawasan Ampel merupakan salah satu destinasi wisata religi yang selalu ramai, terutama saat malam Jumat.

 

“Kawasan Ampel ini memang semrawut sekali. Bukan hanya parkir, tapi ada juga laporan peziarah dimintai uang saat menyeberang jalan,” ujar Eri.

 

Saat itu, Eri sempat menegur para juru parkir (jukir) agar lebih tertib.

 

Dia meminta mereka ikut menjaga ketertiban kota. 

 

Namun, sejumlah jukir justru beralasan bahwa kemacetan tersebut hal yang biasa terjadi saat malam Jumat.

 

“Mau malam Jumat atau tidak, harus tetap tertib. Kalau sudah ruwet seperti ini, saya yang disalahkan,” kata Eri naik pitam.

 

Wali Kota langsung memanggil jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP Kota Surabaya di lokasi. 

 

Dia meminta penataan parkir segera dilakukan secara tegas dan terukur.

 

Eri Cahyadi menginstruksikan agar kendaraan diarahkan ke area belakang Terminal Ampel. 

 

Dia juga melarang kendaraan parkir di badan jalan. 

 

Khusus mobil, parkir harus mengikuti marka dengan posisi serong atau miring.

 

Wali Kota meminta Satpol PP menertibkan pihak-pihak yang tidak mau diatur.

 

Selain itu. Pemkot Surabaya akan menurunkan Satgas Antipreman untuk memastikan tidak ada praktik pemalakan terhadap peziarah.

 

Eri menegaskan, penataan kawasan Ampel menjadi pekerjaan besar bagi pemkot.

 

 Karena itu, dia juga meminta dukungan masyarakat, termasuk para peziarah, agar ikut tertib dan menggunakan sistem pembayaran parkir nontunai.

 

“Kalau ada yang memaksa minta uang atau tidak sesuai aturan, segera laporkan ke petugas di lokasi atau melalui hotline,” kata dia.

TAMENG RAKYAT
Chat with us on WhatsApp