Mahasiswa Selaluh Indonesia Akui Aksi Nasional Pada 27 April 2026 Untuk Puncak Berdarah
Papua //:erdasarkan laporan terkini per April 2026, situasi di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, mengalami eskalasi konflik yang serius.
Berikut adalah poin-poin penting terkait seruan aksi dan situasi di lapangan:
Latar Belakang Aksi: Aksi mahasiswa dan masyarakat sipil dipicu oleh dugaan operasi militer oleh aparat gabungan TNI di Distrik Pogoma (13 April 2026) dan Distrik Kembru (14-15 April 2026) yang dilaporkan menyebabkan jatuhnya korban jiwa di kalangan masyarakat sipil.
Korban Jiwa & Pengungsian: Laporan menyebutkan beberapa warga sipil tewas dan luka-luka akibat operasi militer, memicu solidaritas di berbagai daerah di Indonesia, terutama oleh mahasiswa Papua.
Status Tanggap Darurat: Pemerintah Kabupaten Puncak telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari sejak 17 April 2026 akibat meningkatnya konflik bersenjata.
Tuntutan Mahasiswa & Masyarakat:
Panglima TNI Bertanggung Jawab: Mendesak Panglima TNI bertanggung jawab atas dugaan pelanggaran HAM dan korban sipil.
Penarikan Militer: Menuntut penarikan pasukan militer organik maupun non-organik dari wilayah Kabupaten Puncak.
Evaluasi Operasi: Mendesak dihentikannya operasi militer yang dinilai membabi buta terhadap masyarakat sipil.
Keadilan HAM: Meminta pengusutan tuntas atas kematian warga sipil dan penanganan korban pengungsi.
Mahasiswa di berbagai tempat (seperti di Nabire dan wilayah lain) melakukan mimbar bebas dan aksi turun ke jalan sebagai respons atas situasi ini.
Related Articles