Berdasarkan rekam jejak dan informasi terbaru hingga Februari 2026, Penihas Heluka
PAPUA // Berdasarkan rekam jejak dan informasi terbaru hingga Februari 2026, Penihas Heluka, yang dikenal dengan nama Kopi Tua Heluka atau "Mayor" Kopi Tua Heluka, adalah pentolan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) / Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah Yahukimo, Papua Pegunungan.
Berikut adalah poin-poin rekam jejak, kasus, dan ancaman yang melibatkan Kopi Tua Heluka:
Identitas & Jabatan: Penihas Heluka alias Kopi Tua Heluka menjabat sebagai Komandan Operasi dan Komandan Batalyon Yamue Kodap XVI TPNPB Yahukimo.
Kasus Hukum & Vonis (2022-2024):
Ditangkap pada 19 Mei 2023 di Jayapura oleh Satgas Gakkum Ops Damai Cartenz atas keterlibatan dalam serangkaian kejahatan, termasuk pembunuhan Pratu Eka Johan Kaize (Nov 2022) dan penembakan anggota polisi yang menyebabkan Brigadir Usdar meninggal dunia.
Divonis 13 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Wamena pada 7 Februari 2024 atas kasus pembunuhan berencana.
Melarikan Diri dari Lapas (25 Februari 2025):
Berhasil melarikan diri dari Lapas Kelas IIB Wamena pada 25 Februari 2025 bersama 6 narapidana lainnya dengan cara menjebol pagar, memanfaatkan situasi hujan lebat.
Aktif Kembali & Peningkatan Gangguan (2025-2026):
Setelah kabur, ia kembali memimpin Kodap XVI Yahukimo dan dilaporkan kembali melakukan perlawanan terhadap militer pemerintah.
Aktivitas KKB di Yahukimo dilaporkan meningkat signifikan sejak pelariannya, memicu peningkatan personel Satgas Damai Cartenz di awal 2026.
Ancaman Kunjungan VVIP (Januari 2026):
Secara terbuka mengancam akan menembak Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka jika nekat berkunjung ke Yahukimo. Ancaman ini membuat kunjungan VVIP tersebut dibatalkan karena alasan keamanan.
Penembakan Pesawat Smart Air (Februari 2026):
Mengaku bertanggung jawab atas penembakan pesawat Smart Air di Bandara Korowai Batu, Distrik Yaniruma, Boven Digoel, Papua Selatan, pada 11 Februari 2026. Penembakan tersebut menewaskan pilot Kapten Egon Erawan dan kopilot Kapten Baskoro.
Kopi Tua Heluka kini menjadi salah satu DPO (Daftar Pencarian Orang) utama Kepolisian Papua dan Satgas Operasi Damai Cartenz.