Normalisasi Kalianak, Satpol PP Kembali Hadir di Tambak Asri Suasana Terkendali

Terkini 20 Apr 2026 16:42 2 min read 98 views By spam

Share berita ini

Normalisasi Kalianak, Satpol PP Kembali Hadir di Tambak Asri Suasana Terkendali
Perkembangan hari ini merupakan sinyal baik bagi keberlangsungan kegiatan nornalisasi Kalianak di Tambak Asri.

SURABAYA // Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pahlawan, beserta unsur Kepolisian dan TNI tampak hadir di lokasi normalisasi Sungai Kalianak Tambak Asri Kelurahan Morokrembangan Kecamatan Krembangan Surabaya, Senin 20 April 2026.

 

Sumber Satpol PP mengatakan, kehadiran mereka bertujuan untik memberikan bantuan tenaga kepada warga untuk membongkar sebagian bangunan rumah yang terdampak normalisasi Kalianak tersebut.

 

"Kami menunggu, kalau ada warga yang butuh bantuan tenaga, atau ada asbes yang pecah misalnya, kita bantu," jelas Sumber Satpol PP menerangkan.

 

Pantauan media, belum ada pergerakan dari warga terdampak normalisasi Kalianak, hingga siang ini.

 

Sumber perwakilan warga menyampaikan kepada media, mereka berharap ada dialog lagi sebelum pemerintah melakukan pembongkaran.

 

"Ya setidaknya mari diskusi dulu lah mas, paling tidak ambil jalan tengah," ujar warga.

 

Sementara, Tokoh Warga Tambak Asri Sumaryono sedang tidak berada di tempat, sehingga belum bisa dimintai keterangan.

 

"Bapak sedang ke luar," ujar keluarganya.

 

Sumaryono adalah Ketua Aliansi Warga Terdampak Normalisasi Sungai Kalianak yang aktif memperjuangkan hak warga di kawasan Tambak Asri.

 

Ia bersama aliansinya, sebelumnya menyoroti rencana pelebaran sungai Kalianak di Tambak Asri yang mereka anggap tidak wajar.

 

Tentu perkembangan hari ini merupakan sinyal baik bagi keberlangsungan kegiatan nornalisasi Kalianak di Tambak Asri.

 

Ada sinyal jalan tengah, warga tak lagi kekeh di 8 meter, sesuai permintaan sebelumnya tentang lebar normalisasi Kalianak.

 

Pada prinsipnya, warga tidak menolak normalisasi Kalianak.

 

Sumaryono sendiri sebelumnya menegaskan bahwa warga sebenarnya mendukung program pemerintah untuk mengatasi banjir, namun menolak cara-cara penandaan rumah yang sepihak tanpa sosialisasi yang jelas.

 

Publik menunggu perkembangan selanjutnya, diskusi antara warga dan pemerintah kota untuk solusi demi kepentingan bersama

TAMENG RAKYAT
Chat with us on WhatsApp