Aksi Suara Perempuan Papua Bersatu Tolak PSN dan Lawan Militerisme
PAPUA // Saya rangkum konteksnya biar yang baca paham duduk perkara — tanpa berpihak, karena demo itu hak konstitusional:
1. Fakta lapangan yang terkonfirmasi 30 April 2026 pagi
AspekInfo
Lokasi Lingkaran Abepura, depan Gapura Ucapan Selamat Datang Kota Jayapura
Massa aksi Ratusan orang, mayoritas perempuan. Gabungan mama-mama pasar, mahasiswa, aktivis HAM
Tuntutan utama
1. Tolak Proyek Strategis Nasional PSN di Tanah Papua
2. Lawan militerisme/pendekatan keamanan
3. Tarik TNI non-organik
4. Usut tuntas kekerasan terhadap perempuan Papua
Situasi jam 10:30 WIT Aksi berjalan damai. Polisi & Polwan jaga jarak. Lalu lintas Abepura-Sentani dialihkan
Sumber: Pantauan Jubi, Cenderawasih Pos, dan video live FB warga Abepura 30 Apr 2026
2. Kenapa “Tolak PSN” jadi isu perempuan?
PSN di Papua yang disorot aksi ini:
1. Food Estate Merauke 2 juta hektar
2. Smelter & hilirisasi tambang di Papua Tengah
3. Jalan Trans Papua & Kawasan Ekonomi Khusus Sorong
Kritik dari kelompok perempuan:
1. Tanah adat: Mama-mama khawatir kehilangan dusun sagu & kebun yang jadi sumber hidup keluarga.
2. Ekologis: Pembukaan lahan skala besar berdampak ke air bersih & hasil hutan.
3. Keamanan: Kehadiran aparat di proyek PSN sering dikaitkan dengan trauma kekerasan masa lalu.
Versi pemerintah: PSN untuk buka lapangan kerja, turunkan kemiskinan, dan kejar ketertinggalan Papua. Menko Perekonomian bilang PSN wajib konsultasi masyarakat adat & AMDAL.
3. “Lawan Militerisme” maksudnya apa?
Ini merujuk ke operasi keamanan TNI-Polri di wilayah konflik. Data Komnas HAM 2025: Ada 11 ribu pasukan non-organik di 6 provinsi Papua.
Tuntutan aksi: Ganti pendekatan keamanan jadi pendekatan dialog & kesejahteraan.
Versi TNI/Polri: Penambahan pasukan untuk jaga objek vital & kejar KKB yang serang warga sipil. Polri: Pengamanan demo sudah sesuai SOP, utamakan Polwan untuk hadapi massa perempuan.
4. Catatan penting soal aksi di Papua
1. Hak demo dijamin: Pasal 28 UUD 1945 & UU No.9/1998. Asal damai, tidak bawa senjata, tidak anarkis.
2. Risiko di lapangan: Abepura pernah jadi titik bentrok 2019. Polisi biasanya batasi waktu sampai jam 18:00 WIT untuk cegah eskalasi malam.
3. Untuk peserta aksi: UU Pers tidak lindungi kamu kalau provokasi. Tapi kalau kamu jadi korban kekerasan, lapor Komnas HAM Perwakilan Papua di Kotaraja.
5. Dua sisi yang sama-sama orang Papua pegang
Pendukung AksiYang Khawatir dengan Aksi
"PSN gusur kami tanpa tanya. Militer bikin trauma anak." "Kalau PSN batal, kami kerja di mana? KKB juga bikin tidak aman."
"Ini suara mama-mama yang selama ini diam." "Jangan sampai ditunggangi kelompok politik, nanti mama jadi korban."
Keduanya nyata & lahir dari pengalaman orang Papua sendiri.
Kalau kamu di lokasi: Jaga keselamatan. Air minum, topi, jangan terpisah dari rombongan. Kalau ada yang sakit/pingsan, langsung ke tim medis atau pos Polwan.
Kalau kamu jauh: Hindari sebar hoax foto/video lama. Cek akun Jubi, Suara Papua, atau Komnas HAM Papua untuk update.
Demo itu cara sampaikan pendapat. Yang penting semua pulang selamat, dan aspirasi didengar tanpa korban.
Mau saya carikan daftar PSN yang sedang jalan di Papua + status AMDAL & konsultasi adatnya, biar bisa cek tuntutan aksi ini sudah diakomodir atau belum?
Related Articles